Tips Mendapatkan Skor 540 TPA Bappenas Dan Pengalaman Tes TPA Bappenas
Halo para bloggers yang tercinta apakabar? Semoga selalu baik dan sehat selalu amin.
Teimakasih sudah mau mampir ke blog saya kali ini yang akan membahas tentang pengalaman saya mengikuti tes TPA di Bappenas Jakarta beberapa minggu terakhir ini, setelah tulisan saya yang terakhir tentang Tes TOEFL ITP di UPT Bahasa Unia di bulan yang sama.
Buat yang Muslim, selamat menunaikan ibdah puasa ya semoga di beberapa hari terakhir menjelang Lebaran ini kita semua diberi kekuatan dan mendapatkan pahala dari Allah SWT amin.
Baiklah, kali ini aku akan memulai tentang ceritaku tes TPA Bappenas di Bulan Mei 2019 di Jakarta. Semoga tidak membuat mengantuk hehehe.
1. Apa itu TPA Bappenas?
Well, buat teman-teman mungkin yang sering mengikuti seleksi kerja CPNS, BUMN ataupun persyaratan masuk S2, maka nama TPA sudah tidak asing lagi. TPA merupakan kepanjangan dari Tes Potensi Akademik, yang merupakan tes untuk mengukur kemampuan akademik seseorang yang terdiri dari 3 (tiga) sesi tes. Tes ini hanya diselenggarakan oleh Bappenas ya guys.
2. Persiapan
Saya kebetulan mau membutuhkan sertifikat di atas 500 untuk persyaratan sebuah instansi. Jadi ceritanya saya belajar dari soal-soal di buku USM STAN, buku TPA, dan beberapa online. Kebayang gak, puasa-puasa saya setiap hari hanya simulasi dan belajar TPA siang malam (seperti warung nasi padang hehe) sampai-sampai saya jenuh guys. Tapi saya yakin kalau hasil tidak akan menghianati proses. Bismillah.
Bagaimana cara saya belajar? Saya sebenarnya paling malas guys buat ngafalin rumus bangun ruang, aritmetika, kecepatan, pecahan, akar dan mengingatkan aku pas zaman SD dulu sungguh, walau saya dulu selalu peringkat kelas, (ehm bukannya sombong ya) tapi itu sudah beberapa puluh tahun yang lalu. Dan benar, saya mulai menghapal, mengerjakan dan simulasi.
Ya simulasi saya mulai dengan pasang timer sesuai dengan apa yg ada di buku seperti layaknya tes sungguhan. Selesai mengerjakan selama 3 jam, saya koreksi sendiri (karena ada kunci jawaban) dan saya lihat skor serta terkahir saya bahas di bagian pembahasannya.
Well, cukup memakan waktu deh... Bener banget. Tapi saya ingat betul, target saya di atas 500, walau persyaratan yang saya tuju hanya minta 400-450 sih. Tapi setidaknya saya tetapkan target lebih tinggi, apalagi saya tahu bahwa tes TPA Bappenas tergolong tes TPA tersulit yang pernah ada di antara TPA lain.
3. Pendaftaran
Seperti pendaftaran pada umumnya guys, di sini kita cukup mengunjungi website koperasi UUO Bappenas dan kemudian kita memilih waktu tes dan lokasi tes yang memungkinkan. Jangan lupa melihat kuota ya. Waktu saya tes, pembayaran tes dikenakan biaya Rp.380.000'-.
Setelah kita pilih tanggal dan lokasi tes, berikutnya kita bayar di bank BNI 46 terdekat atau bisa transfer, dan kemudian mengikuti petunjuk pendaftaran online di web. Setelah berhasil, akan ada email konfirmasi. Beberapa hari sebelum tes, akan ada info tempat dan waktu tes dari Bappenas. Saya kebetulan dapat di jam 07.30 wib di Gedung Bappenas Jl. Taman Suropati Menteng pas banget di Taman Suropati atau Masjid Sunda Kelapa.
4. Sebelum Tes
Setelah saya dapat email konfirmasi waktu dan tempat tes, saya langsung prepare buat penginapan dan transportasi. Bersyukurnya saya dapat penginapan nyaman di sekitar kebayoran. Saya pilih kendaraan umum dari luar kota ke Kebayoran.
Kebetulan waktu itu saya H-1 sebelum tes TPA, harus mengikuti tes TOEFL (ya bener), jadi setelah tes TOEFL di UNILA, saya langsug cus ke Jakarta. Dan dalam keadaan puasa pun saya harus tetap kuat. Hehehe.
Alhamdulillah sampai Jakarta habis isya, jadi buka puasa di jalan hehe. Gak di jalan sih, tapi di kendaraan. Hehehe. Sampai di penginapan, saya mungkin terlalu lelah, saya mandi dan istirahat. Belajar? Saya gak kuat hehehe. Saya lebih memilih refresh otak buat persiapan besok pagi.
5. Pelaksanaan Tes
Jam 4 pagi sesuai permintaan saya, petugas hotel mengirimkan sarapan, ya, sarapan buat sahur maksudnya. Baik, saya langsung sarapan, mandi dan solat tentunya. Alhandulillah airnya hangat hehe.
Selepas subuh saya prepare pesan ojek online ke halte busway waktu itu. Saya tahu kalau Bappenas memiliki halte busway jd saya harap saya bisa turun di halte Bappenas dari halte Sarinah. Tapi saya lupa waktu itu hari minggu. OMG.
Well, gapapa. Sampai di sarinah, saya lanjut ke blok M dan turun di HI. Dari HI can car free day, so saya gak bisa pesan ojek di sana. Jadi saya harus jalan (sambil olahraga lah ya) ke arah menara mandiri di dekat HI situ lumayan kan ya buat jogging heehe.
Sampai di lampu merah menara mandiri, saya diantar abang ojek yang sangat ramah dan sampailah di Bappenas.
Sampai di Bappenas, saya masuk dan di ruangan besar semacam lobby sudah ada banyak ratusan peserta yang lagi menunggu, saya pun langsung mengantri, setelah saya tahu nama saya dan ruangan saya di mana lewat daftar nama yang terpampang di papan pengumuman. Nanti diminta kwitansi/slip/struk pembayaran asli dan foto 3x4 2 lembar. Jangan lupa identitas asli.
Sebelum tes baiknya ke toilet dulu di samping aula besar tes. Nanti akan dipersilahkan masuk ruangan dan memilih nonor kursi sesuau nomor peserta.
Tes pun di mulai seperti biasa. Pakai pensil 2b dan jangan lupa bulatan seperti tes TOEFL ya.
3 jam berlalu. Dan saya masih tetap menganggap bahwa tes Numerik adalah yang tersulit hehehe.
Setelah tes, akan diminta menuliskan alamat rumah karrna hasil akan dikirim ke rumah kita maksimal 4 hari setelah tes.
6. Penerimaan Sertifikat
Tepat 4 hari setelah tes, email dari Bappenas datang dan saya buka sambil harap-harap cemas. Tara... Alhamdulillah 540++ buat saya. Subhanallah. Bulan puasa yang berkah. Saya yakin dan percaya bahwa hasil sangat menghargai proses. Barakallah.
Beberapa hari setelah email datang, akan ada petugas POS yang mengantar sertifikat asli ke rumah kita.
7. Kesimpulan Dan Penutup
Intinya belajar soal-soal dari buku-buku TPA dan USM STAN sangat membantu. Dan terakhir berdoa. Karena Allah lah yang mempermudah semua urusan.
Akhir kata terimakasih sudah mampir do blog saya. Bila mau tanya-tanya seputar tes TPA boleh banget ke saya, dengan komentar di bawah ya.
See you...!
Halo para bloggers yang tercinta apakabar? Semoga selalu baik dan sehat selalu amin.
Teimakasih sudah mau mampir ke blog saya kali ini yang akan membahas tentang pengalaman saya mengikuti tes TPA di Bappenas Jakarta beberapa minggu terakhir ini, setelah tulisan saya yang terakhir tentang Tes TOEFL ITP di UPT Bahasa Unia di bulan yang sama.
Buat yang Muslim, selamat menunaikan ibdah puasa ya semoga di beberapa hari terakhir menjelang Lebaran ini kita semua diberi kekuatan dan mendapatkan pahala dari Allah SWT amin.
Baiklah, kali ini aku akan memulai tentang ceritaku tes TPA Bappenas di Bulan Mei 2019 di Jakarta. Semoga tidak membuat mengantuk hehehe.
1. Apa itu TPA Bappenas?
Well, buat teman-teman mungkin yang sering mengikuti seleksi kerja CPNS, BUMN ataupun persyaratan masuk S2, maka nama TPA sudah tidak asing lagi. TPA merupakan kepanjangan dari Tes Potensi Akademik, yang merupakan tes untuk mengukur kemampuan akademik seseorang yang terdiri dari 3 (tiga) sesi tes. Tes ini hanya diselenggarakan oleh Bappenas ya guys.
2. Persiapan
Saya kebetulan mau membutuhkan sertifikat di atas 500 untuk persyaratan sebuah instansi. Jadi ceritanya saya belajar dari soal-soal di buku USM STAN, buku TPA, dan beberapa online. Kebayang gak, puasa-puasa saya setiap hari hanya simulasi dan belajar TPA siang malam (seperti warung nasi padang hehe) sampai-sampai saya jenuh guys. Tapi saya yakin kalau hasil tidak akan menghianati proses. Bismillah.
Bagaimana cara saya belajar? Saya sebenarnya paling malas guys buat ngafalin rumus bangun ruang, aritmetika, kecepatan, pecahan, akar dan mengingatkan aku pas zaman SD dulu sungguh, walau saya dulu selalu peringkat kelas, (ehm bukannya sombong ya) tapi itu sudah beberapa puluh tahun yang lalu. Dan benar, saya mulai menghapal, mengerjakan dan simulasi.
Ya simulasi saya mulai dengan pasang timer sesuai dengan apa yg ada di buku seperti layaknya tes sungguhan. Selesai mengerjakan selama 3 jam, saya koreksi sendiri (karena ada kunci jawaban) dan saya lihat skor serta terkahir saya bahas di bagian pembahasannya.
Well, cukup memakan waktu deh... Bener banget. Tapi saya ingat betul, target saya di atas 500, walau persyaratan yang saya tuju hanya minta 400-450 sih. Tapi setidaknya saya tetapkan target lebih tinggi, apalagi saya tahu bahwa tes TPA Bappenas tergolong tes TPA tersulit yang pernah ada di antara TPA lain.
3. Pendaftaran
Seperti pendaftaran pada umumnya guys, di sini kita cukup mengunjungi website koperasi UUO Bappenas dan kemudian kita memilih waktu tes dan lokasi tes yang memungkinkan. Jangan lupa melihat kuota ya. Waktu saya tes, pembayaran tes dikenakan biaya Rp.380.000'-.
Setelah kita pilih tanggal dan lokasi tes, berikutnya kita bayar di bank BNI 46 terdekat atau bisa transfer, dan kemudian mengikuti petunjuk pendaftaran online di web. Setelah berhasil, akan ada email konfirmasi. Beberapa hari sebelum tes, akan ada info tempat dan waktu tes dari Bappenas. Saya kebetulan dapat di jam 07.30 wib di Gedung Bappenas Jl. Taman Suropati Menteng pas banget di Taman Suropati atau Masjid Sunda Kelapa.
4. Sebelum Tes
Setelah saya dapat email konfirmasi waktu dan tempat tes, saya langsung prepare buat penginapan dan transportasi. Bersyukurnya saya dapat penginapan nyaman di sekitar kebayoran. Saya pilih kendaraan umum dari luar kota ke Kebayoran.
Kebetulan waktu itu saya H-1 sebelum tes TPA, harus mengikuti tes TOEFL (ya bener), jadi setelah tes TOEFL di UNILA, saya langsug cus ke Jakarta. Dan dalam keadaan puasa pun saya harus tetap kuat. Hehehe.
Alhamdulillah sampai Jakarta habis isya, jadi buka puasa di jalan hehe. Gak di jalan sih, tapi di kendaraan. Hehehe. Sampai di penginapan, saya mungkin terlalu lelah, saya mandi dan istirahat. Belajar? Saya gak kuat hehehe. Saya lebih memilih refresh otak buat persiapan besok pagi.
5. Pelaksanaan Tes
Jam 4 pagi sesuai permintaan saya, petugas hotel mengirimkan sarapan, ya, sarapan buat sahur maksudnya. Baik, saya langsung sarapan, mandi dan solat tentunya. Alhandulillah airnya hangat hehe.
Selepas subuh saya prepare pesan ojek online ke halte busway waktu itu. Saya tahu kalau Bappenas memiliki halte busway jd saya harap saya bisa turun di halte Bappenas dari halte Sarinah. Tapi saya lupa waktu itu hari minggu. OMG.
Well, gapapa. Sampai di sarinah, saya lanjut ke blok M dan turun di HI. Dari HI can car free day, so saya gak bisa pesan ojek di sana. Jadi saya harus jalan (sambil olahraga lah ya) ke arah menara mandiri di dekat HI situ lumayan kan ya buat jogging heehe.
Sampai di lampu merah menara mandiri, saya diantar abang ojek yang sangat ramah dan sampailah di Bappenas.
Sampai di Bappenas, saya masuk dan di ruangan besar semacam lobby sudah ada banyak ratusan peserta yang lagi menunggu, saya pun langsung mengantri, setelah saya tahu nama saya dan ruangan saya di mana lewat daftar nama yang terpampang di papan pengumuman. Nanti diminta kwitansi/slip/struk pembayaran asli dan foto 3x4 2 lembar. Jangan lupa identitas asli.
Sebelum tes baiknya ke toilet dulu di samping aula besar tes. Nanti akan dipersilahkan masuk ruangan dan memilih nonor kursi sesuau nomor peserta.
Tes pun di mulai seperti biasa. Pakai pensil 2b dan jangan lupa bulatan seperti tes TOEFL ya.
3 jam berlalu. Dan saya masih tetap menganggap bahwa tes Numerik adalah yang tersulit hehehe.
Setelah tes, akan diminta menuliskan alamat rumah karrna hasil akan dikirim ke rumah kita maksimal 4 hari setelah tes.
6. Penerimaan Sertifikat
Tepat 4 hari setelah tes, email dari Bappenas datang dan saya buka sambil harap-harap cemas. Tara... Alhamdulillah 540++ buat saya. Subhanallah. Bulan puasa yang berkah. Saya yakin dan percaya bahwa hasil sangat menghargai proses. Barakallah.
Beberapa hari setelah email datang, akan ada petugas POS yang mengantar sertifikat asli ke rumah kita.
7. Kesimpulan Dan Penutup
Intinya belajar soal-soal dari buku-buku TPA dan USM STAN sangat membantu. Dan terakhir berdoa. Karena Allah lah yang mempermudah semua urusan.
Akhir kata terimakasih sudah mampir do blog saya. Bila mau tanya-tanya seputar tes TPA boleh banget ke saya, dengan komentar di bawah ya.
See you...!
Komentar
Posting Komentar