Langsung ke konten utama

Mitos Dan Fakta Kuliah Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mitos Dan Fakta Kuliah Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Halo, para blogger, senang sekali saya dapat kembali menulis lagi setelah beberapa waktu belakangan ini tidak menulis karena satu dan lain hal.
Baiklah, kali ini penulis akan mencoba menulis tentang beberapa mitos dan fakta tentang kuliah di kampus pembaharu ini, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pertanyaan tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan kampus Islam terbesar di Jakarta ini dari beberapa orang yang penulis dapatkan. Baiklah, daripada bertanya-tanya, marilah penulis jabarkan semua pengalaman penulis sebagai seorang alumni kampus yang banyak melahirkan cendikiawan muslim ini. 
Sebelumnya penulis perlu beritahu bahwa penulis sudah lama lulus saat tulisan ini dibuat, jadi mungkin kondisi real saat ini telah mengalami banyak perubahan, tapi, basically tetep sama sih. Penulisan ini juga mengacu pada pengalaman pribadi penulis dan beberapa sumber yang ada.
Semoga yang masih penasaran dengan gosip dan rumor yang beredar mengenai kampus ini akan terjawab. So, jangan sampe bilang lagi, "kuliah di UIN? Nanti banyak aliran sesat loh, aliran ini itu loh, dll". Atau ada yang lebih parah "awas, nanti jadi liberal". Eits, sebelum kita menjudge tentang itu semua, marilah kita lihat secara objektif dan faktual tanpa ada unsur kepentingan apapun, sehingga penilaian dan kesan yang didapat itu sesuai dengan kenyataan di lapangan, dan tidak diseting oleh beberapa pihak yang penuh dengan motif tertentu.
Baiklah, berikut mitos dan fakta tentang kuliah di kampus di mana Wali Band menimba ilmu.
A. Mitos
1. UIN Syarif Hidayatullah itu di Jakarta?
Jawaban: Mitos.
Kampus ini terletak di kelurahan Cempaka Putih (Kampus I) dan Pisangan (Kampus II) kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Banten. Jadi jelas ya Banten, bukan DKI Jakarta. Kalau kenapa kok namanya Jakarta, ya dulu memang kampusnya ada di Jakarta di daerah Juanda sekitar komplek mensesneg Jakarta Pusat sebelum kemudian dipindah ke Ciputat pada waktu itu. Walaupun demikian, jaraknya gak terlalu jauh kok dari Jakarta Selatan, karena kalau mau ke Lebak Bulus (Stasiun MRT) atau Stasiun Kebayoran Lama, kamu hanya butuh naik angkutan 1 kali saja. Mudah kan. Jaraknya kalau gak salah sekitar 4km dari perbatasan DKI Jakarta di Pasar Jumat. 
Hal ini juga sempat menghebohkan dan jadi topik menarik di kalangan mahasiswa dan masyarakat sendiri. Unik ya. FYI, sekarang UIN Jakarta juga sedang memperluas wilayahnya ke daerah Depok dan Cikuya Tangerang. Jadi kampus III ada di Kab. Tangerang ya guys. Tapi belum ada kampusnya, masih tanah kavlingan gitu guys. Menarik ya.
2. Kuliah di UIN Jakarta Biaya Hidupnya Mahal?
Jawaban: Mitos
Kan sudah penulis jelaskan di poin no. 1, walaupun namanya UIN Jakarta, tapi ternyata kan lokasinya di Tangerang Selatan, yang pastinya gak terlalu mahal-mahal amat lah dibandingkan dengan di Jakarta nya yang asli (wkwkwk, walau sekarang suasananya sudah penuh dengan kemajuan dan mulai banyak apartment dan real estate di seluruh sudut kota. 
Untuk biaya kosan cukup murah kok. Kita bisa memilih mau yang Tahunan, Bulanan, atau Mingguan juga ada. Beberapa juga ada yang milih asrama dan Ma'had, seperti mahasiswa kedokteran yang wajib asrama di tahun pertama  dan juga mahasiswa beasiawa bidikmisi yang akan ditempatkan di Ma'had Ali di kawasan Legoso untuk putra dan Asrama Putra/Putri Kampus II. Biaya pertahun ada yang sekitar Jutaan hingga puluhan juta. Untuk kosan perbulan, biaya berkisar antara 500-800 ribu perbulan nya, atau jika beruntung bisa dapat kosan dengan harga 400an di sana masih banyak, dan bisa berdua, juga ada asrama mahasiswa daerah serta organisasi seperti HML, Mimalaya, Himabo, IKAMI dll. Hampir setiap organisasi di sana memiliki asrama, jadi ya ikut saja organisasi yang kalian pilih dan tinggalah di asrama dengan biaya murah, serta akan ada pembinaan dan kegiatan yang penting untuk menjalin silaturahmi dan jaringan.
Biaya makan di Ciputat cukup bervariasi, layaknya di kota besar dan kampus negeri pada umumnya, di kampus akan ada koperasi, cafe cangkir, atau di jalan Pesanggrahan di samping pintu Tarbiyah akan dijumpai ratusan gerai makanan yang bisa kalian pilih dari makanan Indonesia sampai makanan barat semua ada. Atau jika mau murah sedikit, bisa ke Jl. Legoso dan warsun di komplek Dosen UIN, yang setiap mahasiswa pasti tau akan kemurahan dan rasa yang enak pastinya, sehingga jadi favorite anak uin pada masa itu. Seporsi nasi dengan lauk telur dan sayur, kita biasa menghabiskan sekitar 10 ribu, jika menambah es teh dan gorengan, biasanya kita akan dikenai tambahan 3-5rb. Jadi pintar-pintar aja ya menghemat dan memilih tempat makan. Hehe. Biasanya anak-anak dulu sering sekali mengikuti seminar mahasiswa di auditorium yang sering diadakan dan pasti akan kenyang karena dapat nasi kotak dan snack. Hehehe
Untuk laundry juga murah  sekitar 5-7rb/kg. Busway 3.500, dan angkot sekitar 5-7.000 sampai ke Stasiun Pondok Ranji/Pasar kebayoran. Sudah tergambar kan?
3. UIN Jakarta sarang Radikalisme dan teroris?
Jawaban: mitos.
Selayaknya kampus negeri pada umumnya, mahasiswa belajar dan berorganisasi seperti biasa pada umumnya, hanya saja memang perempuan wajib berjilbab dan laki-laki wajib berkerah, yang itu memang kode etik mahasiswa UIN Jakarta. Tidak ada kegiatan mengenai doktrinisasi dari pihak kampus, apalagi sarang teroris, tidak. Hanya memang beberapa tersangka memang ada yang pernah atau kebetulan ada hubungannya dengan UIN Jakarta, tapi tidak bisa diambil kesimpulan seperti itu. Di UIN akan banyak organisasi kegamaan seperti HMI, IMM, PMII dll, yang semua itu menyuarakan asas-asas bela negara dan bhinneka tunggal ika.
Beberapa UKM juga menawarkan rekrutmen anggota secara terbuka, dan itu pun selalu diawasi oleh pihak universitas, jadi sudah tentu semua itu terkontrol, kecuali jika kegiatannya ada di luar kampus, itu lain cerita guys.
Jadi jangan percaya dulu kalau belum mengetahui dengan pasti ya.
4. Kuliah di UIN Jakarta Nanti Jadi Liberal?
Jawaban: Mitos
Memang dulu sempat beredar kabar tentang isu liberalisasi agama yang dikaitkan dengan kampus UIN Jakarta, hanya saja, jika kita mau jujur, memang di sini mahasiswa akan diajar oleh dosen-dosen berkompeten lulusan kampus tebaik di dalam dan luar negeri, yang mana mahasiswa akan menjadi seseorang yang kritis dan cerdas sesuai dengan semboyan kampus Knowledge, Piety, Integrity. 
Tapi tidak ada bahwa kampus atau dosen mengajarkan hal sebagaimana yang dimaksud. Bahkan suasana Islam Sunni sangat kental di sini selain dari nuansa Indonesia yang beragam karena memang mahasiswa berasal bukan hanya dari Jakarta, melainkan dari seluruh Indonesia. Benar, ada yang dari Aceh sampai Papua, semua ada di UIN Jakarta.
5. Kuliah Di UIN Nanti Gaya Hidupnya Mewah?
Jawaban: Mitos
Seperti yang penulis bilang bahwa biaya hidup di sini akan sangat tergantung dari kebiasaan mahasiswa di daerah asal. Ada yang memakai sepeda, motor, angkot, bahkan tak jarang banyak yang jalan kaki ke kampus, walau tetap ada yang memakai mobil. Tapi semua itu tidak seperti yang kita bayangkan bahwa kita harus punya gadget dan kendaraan mewah agar bisa diakui di lingkungan kampus, enggak guys. Hanya saja, kita harus perlu jadi mahasiswa yang cerdas, rajin dan aktif berorganisasi, dengan itu lah kita bisa betah di kampus. Bukan karena hp kamu atau baju kamu merek apa loh. Enggak kok.
B. Fakta
1. UIN Jakarta Banyak Alumni Hebat?
Jawaban: Fakta
Sudah barang tentu, kampus sekelas UIN Syarif Hidayatullah yang telah lama berdiri di Jakarta ini, telah banyak melahirkan tokoh-tokoh ternama di Indonesia seperti yang sering kita saksikan di buku, koran, atau TV dan internet. Bahkan tidak jarang kalian akan djajar langsung oleh Pak Komarudin Hidayat, Pak Azyumardi Azra, atau bahkan Pak Dadi Darmadi lulusan Harvard. Iya, USA. Keren kan.
Nanti selain kuliah, biasanya fakultas/jurusan/universitas/ukm/organisasi akan banyak mengadakan seminar atau diskusi gratis yang menghadirkan tokoh-tokoh besar seperti Presiden, Kapolri, Kemenag, Jendral TNI dll. Pokoknya keren banget lah.
Beberapa alumni UIN Jakarta yang terkenal di antaranya Wali Band, Zawin Stand Up Comedy, H. Ma'ruf Amin, Arafah, Burhanuddin Muhtadi, Ust  Yusuf Mansur, KH. Zainuddin MZ (Alm), Din Samsuddin, Fauzan Aksi, Mama Dedeh, dan masih banyak lainnya. Pokoknya mantap deh.
2. UIN Jakarta Kampusnya Besar
Jawaban: Fakta
Saat ini, UIN telah memiliki 12 Fakultas kalau tidak salah termasuk Sekolah Pascasarjana. Bisa dibayangkan berapa jumlah mahasiswa yang kuliah di sana, yang tak heran akan selalu macet di tiap pagi dan sore di depan kampus. Walau penyebabnya banyak juga sih.
Gedung kampus yang rata-rata berlantai 7 ke atas dan lokasi tanah yang luas terdiri dari kampus I, II dan III, maka membuat UIN Jakarta menjadi salah satu icon kebanggan kota Tangerang Selatan dan Jakarta pada umumnya.
Terdapat pula berbagai organisasi dan UKM mahasiswa sebagai tempat menggali prestasi. Sebagian mahasiswa juga sering mendapat kursus bahasa di American Corner, Iranian corner, Ching kung corner atau Balai Bahasa UIN Jakarta. Rajin-rajin saja mencari info ya.
3. UIN Jakarta Ada Jurusan Umum?
Jawaban: Fakta
Di sini tidak hanya dibuka jurusan agama Islam pada umumnya, tetapi juga ada jurusan yang telah diubah menjadi jurusan umum seperti pada kampus non-islam lainnya. Beberapa ada Kedokteran, Keguruan, Hukum, Psikologi, Filsafat, Komunikasi, Ekonomi, Sains, Humaniora, dan Fisip. Di sini lah kalian akan melihat melting plot antara urusan dunia dan akhirat, semua ada dalam miniatur UIN Jakarta. Mantap kan...
Jika kalian ingin mendalami Agama Islam ya pasti di sini pusatnya.
4. Di UIN Jakarta Lulusnya Susah?
Jawaban: Fakta/Mitos
Sebenernya bukan susah ya, hanya lebih ke arah untuk menjaga kualitas lulusan dan alumninya. Banyak yang memang harus dilakukan mahasiswa hanya untuk mendapat nilai B. Banyak faktor sih ya, tergantung dari kesiapan dan motivasi mahasiswa itu sendiri. Pada dasarnya kampus telah menyediakan semua. Hanya kadang faktor malas dan sibuk menjadi bahan dasar mereka untuk lama lulus. Ada yang 3 tahun, 4 tahun pas, dan juga 7 tahun. Itu sangat wajar. Bahkan ada juga yang sempat DO karena tidak selesai. 
Jadi sebaiknya jika mau lulus tepat waktu, persiapkan semua dengan baik dan total.
Insyallah lancar.
5. UIN Jakarta Kampusnya Keren dan Megah?
Jawaban: Fakta.
Sebelum menjadi Universitas seperti sekarang ini, dulu nama UIN Jakarta adalah IAIN Jakarta dan gedungnya belum semegah sekarang. Namun saat ini, semua orang telah mengakui bahwa kampus ini cukup megah dan keren atau anak-anak jaman sekarang bilang instagrammable.
Walaupun demikian, tak ada gading yang tan retak, semua ada kelebihan dan kekurangannya. Seperti lokasi parkir yang belum tersusun dengan maksimal, lingkungan kampus yang sudah padat dan kurang hijau, serta mungkin macet di depan kampus ya. Itu saja mungkin kekurangannya. Overall sayabangga jadi alumni UIN.
Sekian, terimakasih.

Komentar